Life, Reportase

Cara memperpanjang plat nomor mobil 5 tahunan di Kabupaten Bogor

Pada bulan Maret kemarin, kebetulan plat nomor mobil saya waktunya ganti. Tak terasa sudah 5 tahun. Selain ganti plat nomor, saya juga harus bayar pajak kendaraan untuk tahun ke-5. Yang mana untuk pembayaran pajak (yang tertera di STNK) ternyata saya telat! Wkwkwkwk..

Saya tidak pernah mengecek kapan jatuh tempo pajak yang biasanya melekat bersama dengan STNK. Ternyata, pajak saya jatuh tempo pada tanggal 5 Maret 2018. Dan saya baru ‘sempat’ mengurus ini pada tanggal 20 Maret 2018. ūüėÄ Soalnya kebayang ribetnya. Jadi berasa harus meluangkan waktu seharian penuh. Awalnya saya santai-santai aja, karena mengira berakhir Maret itu ya berarti sampai akhir bulan Maret. Berasumsi seenaknya, emang. Hahahaha

Jadi, setelah mengetahui saya sudah telat bayar pajak, segeralah saya mencari jadwal kosong, untuk saya alihkan mengurus ini. Dan alhamdulillah pada tanggal 20 Maret 2018 kelakon juga.. :))

Yang juga punya keperluan yang sama, bisa simak alur berikut yaaa.. biar nanti mudah, lancar dan cepat. Karena ini pertama kalinya untuk saya, saya cuman bawa diri saja sama perlengkapan yang disebutin suami berbekal pengalaman saat ganti plat nomor motor. Tapi prosesnya alhamdulillah masih lempeng saya daripada pas suami ganti plat nomor motor :))

Yang pertama adalah ..

1.  Persiapkan dan bawa dokumen berikut ini : 

  • BPKB Asli + 1 lembar fotocopy
  • KTP Asli + 1 lembar¬†fotocopy
  • STNK Asli + 1 lembar fotocopy
  • Map 1 lembar

Menyiapkan fotocopy dari rumah itu sangat penting. Karena di sini lah celah yang agak-agak gimana gitu. Ceritanya selengkapnya, baca terus yaa…

2. Pergilah ke Kantor Samsat Kabupaten Bogor

Pada awalnya, saya langsung njujug Polres Kab. Bogor. Karena saya pikir, samsatnya ada di komplek polres. Ternyata saya salah. Kantor Samsat Kab. Bogor ada di komplek Kantor Kab. Bogor. Dekat dengan lapangan bola Persikabo.

Alamatnya bisa cek di maps ini ya… (pas mengurus ini, sayangnya saya tidak bawa hp, sengaja ga bawa, karena lagi males pegang hp pas itu #alesan.. padahal lagi lowbatt dan ditinggal di kantor untuk di-charge)

3. Langsung parkirkan mobil ke bagian cek fisik (gesek)

Beruntung pas saat saya datang, hanya ada 1 mobil yang sedang dicek petugas. Saya datang sekitar pukul 08.30.  Keberuntungan saya yang lain, saya tidak tahu sebenarnya tempat itu adalah untuk cek fisik (gesek), saya kira parkiran biasa. Langsung masuk aja, gitu. Parkirnya pas banget untuk 1 mobil di sebelah mobil yang sedang dicek.

Pas turun dari mobil, baru tuh keliatan spanduk besar di atasnya yang menginformasikan bahwa di situ tempatnya cek fisik.

Ketika turun dari mobil, ada bapak-bapak yang menyambut saya. Saya yakin bukan petugas. Karena petugasnya sedang mengecek mobil lain di sebelah mobil saya. Lalu si bapak berkata pada saya,”Tolong dibuka kapnya ya teh,” Oke saya bukain. Setelahnya, bapak ini melongok-longok ke dalam bagian mesin. Terus berkata lagi, “Bawa BPKB, KTP sama STNK?” “Oh bawa”, jawab saya.¬† Si bapak minta kan. Saya serahkan ke bapak tersebut. Dilihat-lihat. Lalu kembali berkata, “Teteh mau ngurus sendiri?” “Maksudnya pak?”, saya memastikan maksud si bapak. Takutnya saya salah tafsir kan.. “Kalau mau saya bantu, sampai beres.” Oooo oke, sekarang saya paham. Saya jawab, “Iya pak, saya urus sendiri aja. Saya lagi luang.” #sokiye.

Setelah itu tanggapannya dingin. Dan saya terkatung-katung. Karena kan tidak berbekal browsing-browsing dulu, tidak tahu alurnya seperti apa. Takutnyaaaa, saya nunggu lama di sini, eh ternyata saya harus ke loket mana dulu. Mana saya tidak bawa hp juga kan… Bertanyalah saya sama petugas yang sedang mengecek. Masih muda. Jadi saya panggil mas saja. “Mas, maaf mau nanya.. Ini alurnya bagaimana ya? Saya harus registrasi, daftar atau gimana dulu, ke loket mana dulu ga? takutnya saya di sini lama, ternyata saya harus ambil antrian di loket mana dulu” Si mas petugas menjawab, “Bener teh di sini. Nanti saya cek fisik, dapat surat bawa ke loket arsip.” “Ooo oke mas. Terimakasih”

Setelah tiba giliran mobil saya cek, digesek. Prosesnya itu kaya ngeblat/jiplak uang logam ke kertas dengan menggunakan pensil. Kebayang kan? Nah iya, kaya gitu.

Setelah selesai, dapat berkas hasil gesekan mesin. Saya diarahkan ke loket arsip. Eits, sebelum beranjak, saya harus pindahin mobil dulu. Si mas petugas itu hanya bilang “Nanti pindah parkir mobilnya di bawah ya…” Oke.

Untuk bisa pindah, saya harus mencari sopir mobil yang antri di belakang saya dulu. Ada 2 mobil di belakang saya.. hehehehe. Samping mobil saya juga berjajar 3 ke belakang.

Setelah saya berhasil keluar, saya langsung ke bawah donk, ke arah yang ditunjuk si masnya. Di bawah itu bagian cek fisik motor, drive thru bayar pajak motor dan loket pengambilan plat nomor. Asli saya bingung, saya harus parkir dimana. Ternyataaaa, saya harus melewati celah antara parkiran motor dan antrian warga yang akan bayar pajak via drive thru. Celah itu lumayan mefeeet untuk ukuran mobil. Setelah itu, ada tukang parkir yang mengawal dan membukakan pintu gerbang, sambil berharap. Berharap apa, you know lah what i mean, tapi saya ga kasih karena tujuan saya masih mau parkir. Belum beres urusannya. Dan ternyata nya lagi, parkiran yang dimaksud si mas petugas itu berada di luar komplek samsat, masuk ke area situ (danau). Biaya parkir Rp 4.000,-

4. Menuju loket arsip
Setelah parkir, segera saya menuju ke loket arsip yang ditunjukkan tadi. Suasananya? Banyak sekali arsip yang menggunung. Setelah itu saya berhadapan dengan petugasnya sembari menyerahkan berkas dari cek fisik tadi. Setelah itu ditanya kelengkapan 3 dokumen (BPKB, KTP, STNK). Terjadi obrolan berikut ini, dengan 2 petugas :

Petugas 1 : “Bawa BPKB, KTP, dan STNK nya teh?”
Saya : “Oh bawa pak” #menyerahkan
Petugas 1 : “Ada fotocopy-annya?”
Saya : “Ga ada pak”
Petugas¬† 1 : “Ooo.. ini pajaknya telat ya? Mau dibantu ngurus ga teh?”
Saya : “Hmmm.. iya¬† telat pak.. tadi yang dibutuhin apa aja pak?”
Petugas 1 : “Nanti ganti plat nomer sekalian diurusin pajaknya”
Saya : “Gpp pak. Saya urus sendiri saja. Biar tahu alur dan prosesnya”
Petugas 1 : “Jadi ini butuh fotocopy, masing-masing 1 lembar”
Saya : “Fotocopy terdekat di sini dimana pak?”
Petugas 2 : “Jauuuh teh”
Saya : “Jauhnya dimana?” (saya mikirnya jauh sampe ujung jalan tegar beriman, atau yang harus mengeluarkan mobil dari parkiran aja)
Petugas 1 : “Iya teh, lumayan jauh kalau jalan kaki mah.”
Saya : “Jauhnya dimana ya pak? Saya gpp jalan kaki” (untung saya belum sampai nanya, harus pake mobil atau gimana?)
Petugas 2 : “Nanti lewatin tanjakan juga”
Saya : #mengernyit
Petugas 1 : “Jadi teteh dari sini, jalaaaaan aja terus.. belok kiri, nanti kalau ada tanjakan lurus terus..”
Saya : #selayangpandang mengikuti arahan petugas dan membayangkan jalanan di depan. Hingga saya bertanya, “Pak, tukang fotocopy-nya masih di dalam atau di luar komplek samsat ini?”
Petugas 1 : “Di dalam”
Saya :”Oke pak. Saya fotocopy dulu. Terimakasih ya pak”

Dan ternyataaa, tukang fotocopy-nya ga sampai 30 langkah sepertinya. Deket! Cuman beda gedung. Di tukang fotocopy, antrian saya diselak  2 orang laki-laki yang sepertinya sudah sering di mengurus ini, karena dia bawa beberapa dokumen sekaligus.

Saya serahkan 3 dokumen tadi (BPKB, KTP, dan STNK). Masing-masing di-fotocopy 1 lembar. Lalu disusun sebagai berikut : “Semua fotocopy (BPKB, KTP, dan STNK) + STNK/lembar pajak asli dijepret/distaples dalam satu map. Lalu, KTP asli dimasukkan ke plastik STNK yang dicopot, lalu dijepret/distaples ke bagian atas map.” Saya mendapatkan plastik STNK baru ūüôā Biaya di tukang¬†fotocopy ini Rp 5.000,-

Setelah selesai, saya kembali ke Loket Arsip. Bayangan saya, petugas akan sibuk mencari berkas saya di tumpukan berkas di belakang mereka. Namun ternyata tidak, di map saya ditambahkan 1 lembar dari bagian arsip (di sini saya menyesal tidak membawa hp). Hiks.. Oiya, BPKB Asli dipegang kita yaa…

Setelah dari loket arsip, destinasi selanjutnya adalah ..

5. Loket Pengesahan  

 

(bersambung), saya mengantuk :)) nanti dilanjut lagi yaaaa

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s