Life, Psychology

PERLUKAH KEBERADAAN KONSELOR/PSIKOLOG/PSIKIATER DI LINGKUNGAN INSTANSI PEMERINTAHAN?

Sebelumnya, meski terlihat sama, sebenarnya ada perbedaan antara konselor, psikolog, atau psikiater. Secara umum ketiganya sama, yakni sama-sama memberikan sarana konsultasi atau konseling. Berikut penjelasan singkat dari artikel yang ditulis oleh Julianto Simanjuntak.

Konselor
Sekolah konselor, ada 2. Jurusan BK (Bimbingan Konseling) dan jurusan master bidang konseling. Lulusan BK biasa bekerja di sekolah, sedangkan lulusan master bidang konseling biasanya bekerja di lembaga keagamaan.

Psikolog
Psikolog adalah gelar profesi yang diberikan kepada seseorang yang sudah lulus sarjana Psikologi. Biasanya setelah lulus S1 Psikologi perlu waktu satu setengah tahun hingga dua tahun menyelesaikan gelar profesi Psikolog.

Psikiater
Seorang psikiater adalah dokter yang sudah mengambil spesialis kedokteran jiwa. Gelar mereka biasanya ditulis dr. Nama, SpKJ.

Jika dulu saat di sekolah, seingat saya di SMP dan SMA saya ada layanan bimbingan konseling. Terdapat ruangan khusus, dimana konselor selalu ada di sana saat jam sekolah. Murid-murid di sana dapat menggunakan layanan ini atas permintaan dan kesadaran diri sendiri. Terkadang ada beberapa murid yang mendapat panggilan khusus ke ruangan ini. Entah karena terlihat lesu dan tidak bersemangat, atau tiba-tiba nilainya merosot drastis, dll. Ada sarana dan tempat untuk berbagi.

Pun saat kuliah, bimbingan konseling ini ada. Meski jarang yang menggunakan fasilitas ini. Di beberapa negara yang menerima mahasiswa dari luar, keberadaan konselor/psikolog/psikiater menjadi komponen yang penting. Mengingat kondisi mahasiswanya yang relatif labil, karena jauh dari keluarga, jauh dari rumah, perbedaan budaya, perbedaan bahasa, tuntunan dalam tugas dan ujian, termasuk juga kemampuan diri dalam beradaptasi. Tak jarang kita dengar, semakin maraknya mahasiswa yang bunuh diri. Bunuh diri adalah salah satu akumulasi akibat yang bersangkutan tidak dapat berbagi apa yang sedang dia hadapi, apa yang dia rasa, dan apa yang menjadi pikirannya. Macam-macam. Saat saya mengajar dulu, salah satu mahasiswa saya, adalah pasien seorang pskiater. Dari mahasiswa ini, saya bisa berkenalan dengan beliau yang praktik di salah satu rumah sakit bogor dan membuka praktik pribadi.

Yaaa.. Bercerita kepada orang lain itu perlu. Selain dapat lebih meringankan isi pikiran kita, terkadang dengan bercerita kita menemukan sudut pandang lain dalam kehidupan. Tapi tentunya , tidak kepada sembarang orang kita bisa bercerita.

Lalu, bagaimana kebutuhan keberadaan psikolog/psikiater ini dalam lingkungan instansi pemerintahan?

Dapat kita saksikan saat ini, banyak oknum dalam pemerintahan yang menjadi sorotan. Menjadi aparatur negara banyak ujian dan godaannya. Tidak heran, sebelum mulai masuk kerja, kita disumpah dulu. Dengan gaji yang relatif kecil, diberikan kepercayaan untuk mengelola uang rakyat yang jumlahnya tidak kecil. Amanah yang cukup berat.

Di sisi lain, aparatur negara juga manusia. Terkadang iman naik turun. Saat sedang turun, bimbang, gundah, gulana ini lah saat-saat rentan. Terkadang pun tak hanya iman yang naik turun, semangat pun juga ikut naik dan turun. #sepertisaya misalnya. #eh.

Seandainya ada layanan psikolog/psikiater yang tugasnya memang memberikan layanan konsultasi, tidak diberikan tugas-tugas lain, aah.. alangkah senangnya. Pegawai adalah aset. Kesehatan fisik dan rohaninya tentu menjadi prioritas.

Rotasi, perpindahan unit kerja, konflik yang terjadi, ataupun suasana di lingkungan kerja tentu sedikit banyak dapat mempengaruhi kinerja pegawai. Tak sedikit kita dengar, merasa tidak cocok ketika ditempatkan di suatu unit kerja, tidak cocok jiwanya, tidak cocok jobdesc-nya, atau ketidakcocokan yang lain, di lain sisi ada yang merasa tidak nyaman, tidak semangat bekerja, dll.

Hal-hal yang seperti ini alangkah baiknya ada sarana dan tempat untuk berbagi cerita, melampiaskan dan meluapkannya?

Dan tentunya juga mendapat solusi agar pegawai dapat terus berpikiran positif, tetap semangat, dan lain lainnya…

Agar pegawai pemerintah, yang notabenenya adalah pelayan masyarakat, hidupnya bisa damai tentram, selalu ramah dan tersenyum ketika memberikan pelayanan, semangat dalam bekerja, sehat jiwa raganya.

Adakah instansi pemerintahan tempat Anda bekerja tersedia layanan konseling oleh psikolog/pskiater? 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s