Belajar Yuk!, Life, Psychology

Awal berkenalan dengan ilmu psikologi

Berawal dari terhempasnya saya di Minor Riset Operasi pada semester 5 sekitar tahun 2007 lalu, akibat kuota di mata kuliah (MK) tersebut sudah terpenuhi.  Ya, saat itu kurikulum di IPB menggunakan sistem mayor minor. Yang memungkinkan mahasiswanya bisa mengambil MK dari departemen (jurusan) lain. Waktu itu, saya mengisi KRS online dari rumah Probolinggo, dimana akses internet belum sebaik sekarang ini.  Saya sempat tercenung sejenak, ketika saya berhasil login dan masuk ke dalam aplikasi KRS Online IPB, kuota MK Riset Operasi sudah penuh. Bingung? Iya. Berharap ada penambahan kuota di MK Riset Operasi ini, sama halnya dulu ketika ada penambahan kuota untuk MK Algoritma dan Pemograman.

psikologii-5626b352b79373f90ba5b493
sumber

Sembari membunuh waktu, saya terus saja memainkan tetikus. Memainkan menu dropdown yang berisi semua daftar departemen yang ada di lingkungan IPB. Melihat-lihat kemanakah saya bisa berlabuh. Berawal dari Departemen Matematika, pindah ke Statistika, dua departemen ini yang menurut saya masih memungkinkan untuk diambil saya sebagai mahasiswa Ilmu Komputer, yang masih nyambunglah, sederhananya. Sayangnya, sudah penuh semua. Dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) saya tidak terbayang jika harus mengambil MK dari Biologi, Geofisika dan Metereologi, Kimia, Fisika, atau selainnya. Begitu pun saya juga tidak terbayang jika harus mengambil MK dari Fakultas Perikanan, Pertanian, Peternakan, Kedokteran Hewan, Teknik Pertanian atau Teknologi Pangan.  Ada praktikum di Laboratoriumnya ituu… Saya mulai berpikir untuk mengambil MK dari Manajemen, namun ternyata penuh juga. Di saat itu, tidak sengaja saya membuka MK dari Fakultas Ekologi Manusia (FEMA), khususnya Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen (IKK). Di sanalah saya melihat ada MK Psikologi Anak.

Hmmmm…

Selama 2 (dua) hari itu, saya berpikir. Mulai membaca dan mempelajari definisi, informasi atau apapun tentang MK yang diampu oleh Departemen IKK tersebut. Setelah saya mulai memahami informasi terkait MK tersebut, saya berkonsultasi dengan Dosen Pembimbing Akademik saya. Dan pada hari ketiga, saya fix memilih pilihan MK dari Departemen IKK atas persetujuan Dosen Pembimbing Akademik saya.

2017-05-02_15-53-53
mata kuliah penunjang yang saya ambil, di luar mata kuliah dari Dept. Ilmu Komputer

Dari segi pelaksanaan kuliah, suasana, karakter dosen dan mahasiswanya, dan gaya belajarnya berbeda dengan pengalaman saya selama di Departemen Ilmu Komputer. Mengasyikkan belajar tentang hal ini. Masuk dunia lain, di luar dunia ilmu komputer.

Banyak hal yang saya mulai sadari ketika pertama kali belajar ilmu psikologi. Saya mulai memahami diri saya sendiri, bagaimana saya dahulu hingga terbentuk diri saya seperti sekarang ini. Bagaimana lingkungan turut membentuk pribadi saya. Saya pun mulai belajar tentang perilaku manusia.  Belajar tentang sudut pandang sesuatu dari sisi yang berbeda, pengenalan dan pengembangan karakter, tumbuh kembang anak, pola pengasuhan anak, dan masih banyak hal yang lain.

the concept of education of children.the generation of knowledge
sumber

Ketertarikan akan ilmu psikologi ini teruuuus saja ada dan semakin bertambah. Terkadang saya pun suka mengamati orang lain, dan membandingkannya dengan teori yang saya pelajari.  Lalu menunggu waktu untuk membuktikannya. Apa yang saya alami sehari-hari terkadang langsung saya bandingkan dengan teori yang saya dapat. Saya pun mulai menelaah kekurangan-kekurangan di masa lalu. Apa yang masih bisa diperbaiki di waktu sekarang. Ketertarikan saya ini kebetulan didukung oleh HRD tempat saya bekerja dulu. Dukungan sederhananya seperti memungkinkan saya berkonsultasi untuk membahas hasil tes psikotes saya saat itu. Mana yang perlu diperbaiki dan ditingkatkan. Dan bagaimana saya sebaiknya menjalani keseharian dengan karakter saya.

Pun ketika saya sudah menikah. Saya mulai “menginterogasi” pengalaman dan masa lalu, atau semua tentang pola pengasuhan yang suami saya alami. Bagaimana proses pembentukan karakternya di masa lalu. Dan kami mulai membuat perencanaan pengasuhan anak, hasil perbaikan pengalaman kami di masa lalu. Ceileeeh… karena kami sadar… kami banyak kekurangan yang harus diperbaiki di sana sini.

Pembelajaran akan hal ini terus berkembang, hingga kami memiliki anak. Banyak mitos dan fakta yang harus kami pilah-pilah. Bagaimana menjelaskan metode pengasuhan yang mungkin berbeda dengan pola pengasuhan dari orangtua kami masing-masing. Bagaimana cara menghormati cara dan pola pengasuhan orang lain. Karena kami yakin, para orang tua akan melakukan hal terbaik yang mereka bisa.

Ah, sungguh.. saya merasa ilmu psikologi ini lebih sering terimplementasi dalam kehidupan sehari-hari. Berkaitan dengan hidup dan perilaku manusia. Dan sepertinya bisa dipahami semua orang, sedikit berbeda dengan dunia ilmu komputer.

Jadi, berpikir… bagaimana jika lanjut sekolahnya tentang ilmu psikologi saja? 🙂 Hahahahaha…

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s