Friends, Life

Dari biji hingga jadi pohon, itulah persahabatan

Seseorang yang ada saat kita jatuh atau berduka, mengingat dan berusaha hadir saat momen penting kita, dan seseorang yang menjadi dirinya sendiri saat bersama kita, tertawa bersama, menguatkan kita saat kita menangis, atau ada saat kita hanya perlu didengar, itulah sekelumit arti tentang sahabat.

pikachu4

Kali ini, saya akan bercerita tentang sahabat saya yang lain, yang sebelumnya muncul sekilas di postingan ini. Ya, akhir-akhir ini saya rasanya sedang ingin bernostalgia dengan sahabat-sahabat saya. Kangen rasanya dengan mereka. Kesibukan masing-masing membuat kami semakin jarang bisa bertemu bersama dalam waktu yang sama. Berkumpul komplit. Jarak pun semakin menjauh. Beruntungnya, saat ini kita bisa berinteraksi via komunikasi maya. #manfaatteknologi

Cerita ini, kilas balik beberapa tahun yang lalu. Saat kami masih di tingkat pertama kuliah. Kami berempat adalah mahasiswa/i IPB. Kami berasal dari kota yang berbeda. Fian dari Magetan-Jawa Timur, Budi dari Pandeglang-Banten, Istiana (biasa dipanggil Isty) dari Salatiga-Jawa Tengah, dan saya sendiri dari Probolinggo-Jawa Timur. Saya dan Isty telah kenal lebih dahulu. Kami teman SMA, dan kami sekelas selama 3 tahun di SMA! Nama kami pun selalu berurutan di absen kelas dahulu. Dan kini kami bertemu kembali di IPB. Hahaha…

a1
sumber : panoramio

Di IPB, angkatan kami dulu menggunakan sistem mayor minor. Jadi, pada tingkat pertama kuliah, kami tidak mempunyai jurusan. Kami pun wajib tinggal di asrama. Saya dan Isty kebetulan kebagian di asrama putri A1. Fian dan Budi lupa di asrama putra berapa.. kalau ga salah Fian di C3 dan Budi di C1. #maapkalausalahya #namanyajugalupa.. hahaha. Kami berempat masuk lewat jalur PMDK. Fian malah masuk jalur PMDK Prestasi. Dia bebas biaya kuliah.

c3
sumber : Admisi IPB

 

Awal perkenalan kami dimulai saat kelas matrikulasi. Karena kami masuk dari jalur PMDK, kami memulai perkuliahan lebih dulu sebelum mahasiswa jalur UMPTN masuk. Kuliah ini biasa disebut matrikulasi. Fian, Budi, dan Saya berada di kelas yang sama selama satu semester. Awalnya saya kenal dan dekat dulu dengan Budi, menyusul kemudian kenal dengan Fian. Karena saya sering main sama Isty, jadilah mereka berdua berkenalan dengan Isty. Dan sejak saat itu juga, kami sering hangout bareng. (bahasanya gaul amat yaa, hangout, padahal mah cuman jalan ke kelas kuliahan dari asrama, atau cari makan dari asrama ke Bara, hahahahaha).

Selesai matrikulasi, kami ada mata kuliah dasar wajib yang harus diambil. Waktu itu, jadwal mata kuliah dasar Fian, Budi, dan saya pada gelombang yang sama. Sehingga di semester 1, mata kuliah yang kami bertiga ambil itu sama. Berbeda dengan Isty yang di gelombang lain. Mata kuliah yang di ambil Isty, adalah mata kuliah yang belum kami ambil di semester 1. Jadilah setelah berganti semester, kami bertiga dan Isty bertukar bahan kuliah, termasuk juga laporan-laporan praktikumnya #eh. Hahahaha

pikachu8
Fian saat di kampus

 Tak lupa, Fian dan Budi pun kami kenalkan dengan teman-teman alumni Darul ‘Ulum. Almamater pesantren kami saat SMA dulu. Di IPB, alumni Darul ‘Ulum bergabung dalam Ikatan Alumni Darul ‘Ulum (IKALUM) IPB. Sebuah komunitas/perkumpulan mahasiswa/i yang diakui oleh IPB. Biasanya komunitas ini berdasarkan pada asal daerah mahasiswa/i-nya. Seperti IKAMADE (Ikatan Mahasiswa Demak) dll.

Fian dan Budi ini baik banget, bersedia menemani dan mengantar kami saat dibutuhkan. Seperti halnya saat dulu saya sakit dan harus berobat ke Bogor beberapa kali,  saya dan Isty pergi ke Bogor naik angkot ditemani dua orang ini. Saat itu, kami belum mengenal rental motor, apalagi rental mobil, belum juga pada bawa motor. Jadi, kami merasakan macet dan ngetem-nya angkot-angkot Dramaga (Kampus Dalam)-Bogor. Pernah juga saya dan Isty harus ke rumah ibu kosan kami di daerah Merdeka, dua laki-laki ini dengan setia menemani kami. Isty pun tak kalah baiknya. Dia orang terdekat yang saya miliki. Orang yang akan dihubungi orang tua saya jika mereka tidak dapat menghubungi saya. Orang yang akan mengetuk pintu kamar saya, jika saya tidak tampak nonton tv atau sekedar membuat kericuhan saat minta diantar cari makan malam-malam (baca : tengah malam tepatnya).

pikachu5
Isty, saya, dan teman-teman saat di kosan

Di tingkat 2 atau semester 3, kami mulai masuk jurusan setelah perebutan sengit di 34 jurusan IPB saat itu. Isty masuk jurusan Agronomi dan Holtikultura, Fian di Ilmu Nutrisi dan Pakan Ternak, Budi di Kehutanan dan saya di Ilmu Komputer.  Meskipun di tingkat 2 kami sudah sibuk dengan perkuliahan masing-masing, sesekali kami agendakan untuk bertemu. Sudah dapat dipastikan intensitas ketemuan kami tidak sesering waktu tingkat pertama. Kami pun sudah tidak tinggal di asrama. Kami berempat sudah pindah tinggal di kosan. Isty dan saya tinggal di kosan yang sama. Sekamar berdua awalnya, sebelum akhirnya berpisah di kamar sendiri-sendiri setelah di kosan ada kamar kosong. Fian dan Budi pun tinggal di kosan yang sama. Kami berempat menyempatkan untuk bertemu meski hanya sekedar makan bareng di luar. Atau di lain waktu datang ke kosan untuk berbagi, memasak dan makan hasil panen praktikum. Ah, sungguh beruntung sekali mengenal kalian.

pikachu3

Di semester akhir, sekitar tahun 2008 kami bertiga mulai kehilangan kontak dengan Fian. Fian tiba-tiba menghilang! Nomor handphone pun tidak bisa dihubungi. Budi pun mencoba mencari kabar dimana orang satu ini berada. Lewat teman-teman kuliahnya yang sekiranya kami anggap tahu dimana Fian berada saat itu. Kami benar-benar kehilangan Fian. #sad.. Entah apa yang terjadi dengan Fian saat itu. Saya pun merasa menjadi teman yang tidak berguna. Saat begitu banyak kebaikan yang sudah Fian berikan, tapi saya belum bisa memberikan timbal balik yang sama.

pikachu6
Isty dan teman-teman kosan saat saya selesai sidang skripsi

Saya lupa, entah kapan tepatnya, Fian bisa dihubungi kembali. Entah tiba-tiba akun Facebook-nya aktif kembali, atau via sms yang masuk ke nomor saya untuk mengabarkan nomor barunya. Ah, kamu kemana aja selama ini… Kami ingin mendengar ceritamu. Kabar yang kami terima saat itu, Fian sudah menikah. Sungguh kami bertiga tidak percaya dan memang sulit untuk dipercaya! #kamumasihhutangceritainikekitalho..

Selepas kuliah, kami pun masih saling memberi kabar. Ketika acara ngunduh mantu  di Demak setelah acara resepsi pernikahan saya, Isty meluangkan waktu untuk datang dari Salatiga. Ah, saya terharu dan ucapkan terimakasih banyak sudah jauh-jauh datang. Sayangnya saya tidak bisa berbalas untuk datang ke acara nikahan Isty karena saat itu suami sedang tugas luar kota. Maafkan… Saya pun baru sekali bermain ke rumah Isty di Salatiga. Begitupun saat nikahan Budi, saya juga tidak bisa datang. Maafkaan… hiks.

Saat kelahiran anak saya yang pertama, Fian, Budi dan Isty datang berkunjung ke rumah. Ah, saya senaaaaang sekali… Sungguh! Saya sebagai teman masih banyak kekurangan, seringkali tidak bisa hadir di momen penting kalian. Seperti juga pada kelahiran anak Budi, saya pun belum bisa menjenguk sampai sekarang. Semoga nanti ada waktu dan kesempatan yaa.. Saya pun belum pernah sekalipun berkunjung ke rumah Fian.

sarah6
Fian dan Budi menggendong anak saya yang pertama

Semoga persahabatan kita ini langgeng yaaa.. Fian yang suka bernyanyi dan merekam suaranya kala bernyanyi, Budi yang senang merangkai kata-kata dalam bait puisi, dan Isty yang suka memasak dan sangat keibuan. Dari biji hingga jadi pohon itulah persahabatan. Begitu bunyi tagline persahabatan kita. Ya, kita memulainya dari biji, dan kelak kita akan menjadi pohon yang tumbuh dengan kokoh. Dulu kita punya gelang persahabatan, sampai gelang itu beberapa kali ganti. Mulai yang terbuat dari rotan, hingga yang terbuat dari rajutan benang. Meskipun sekarang tak ada lagi gelang yang melingkar di pergelangan tangan kita, tapi semoga persahabatan kita tetap saling mengikat.

pikachu1

Dimana pun kalian berada, semoga Allah selalu menjaga kalian dan keluarga kalian. Mengabulkan asa dan cita-cita bersama keluarga kalian. Do’a terbaikku untuk kalian semua. Semoga Allah pun memberikan waktu dan kesempatan untuk kita dapat bertemu kembali… aamiiiiin…

Salam dari keluarga di Cibinong, untuk kalian dan keluarga kalian… 🙂

 

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s