Friends, Life

Sarah, sahabatku

Yap. Kami memanggilnya Sarah. Dara kelahiran Medan yang mempunyai nama lengkap Sarah Intan Munte ini pertama kali kukenal saat kami ngekos bareng sewaktu kuliah dulu. Pada semester 2 di tingkat pertama atau kami anak IPB mengenalnya dengan masa TPB. Setahun pertama kami wajib asrama. Tapi, di semester 2 saya merupakan salah satu dari sekian mahasiswa/mahasiswi yang memilih untuk mulai mencari kos-kosan dan mulai mengatur jadwal ke asrama…hahahaha.. Bukannya yang diatur jadwal ke kosannya jangan sering-sering ya? 😀

Kebetulan saat itu saya menemukan kosan kosong di dekat tembok berlin – Babakan Tengah (Bateng). Berjarak 3 rumah dari tembok berlin. Namanya Kosan Arini. Kosan ini yang nantinya saya huni sampai kira-kira 4 tahun ke depannya, sampai saya lulus dan kerja untuk pertama kalinya saya masih PP Bogor (Dramaga)-Jakarta. Dan di kosan inilah saya mengenal Sarah.sarah5Banyak kekocakan dan kekonyolan yang dilakukan bareng selama kami tinggal bersama. Yang sepertinya tidak layak dikonsumsi publik.. hahahahaha.. Sarah kuliah di Departemen Teknik Pertanian (TEP). Sedangkan saya di Ilmu Komputer. Secara kasat mata sudah terilihat jelas, saya anak ruangan dan Sarah anak lapangan.

Selain dengan Sarah, kami pun punya teman main bersama. Ada Istiana, Fian, dan Rika 😛 Fian Rika ini laki-laki lho .. nama agak lengkap mereka Elfian dan Rika Budi 😀

Hal yang saya tunggu-tunggu biasanya, saat mereka panen hasil praktikum. 😀 Istiana di jurusan Agronomi, Fian di jurusan Peternakan, dan Budi di jurusan Kehutanan. Hampir dipastikan mereka berempat ada bahan pangan yang bisa dipanen, dimasak, dan dimakan bersama-sama. Saya cukup menyiapkan diri untuk menghabiskan makanan yang ada. Pengalaman lain yang saya ingat dari Sarah adalah saya untuk pertama kalinya menjejakkan kaki di tanah yang digunakan Sarah dan teman-temannya untuk praktikum. Tanah milik kampus yang digunakan untuk praktikum mahasiswanya. Selama 4 tahun di kampus, saya tidak pernah ke kebun tanam IPB. Bruakakakaka….
Jadi, saya begitu excited melihat pohon jarak yang ditanam Sarah untuk skripsinya. Terkagum-kagum dan terheran-heran dengan alat-alat yang ada, traktor dan semacamnya. Ndeso bingits pokoknya. Di masa-masa ini juga kami suka ngeluyur bareng. Karena kami sudah tidak ada kuliah, tinggal skripsi saja. Jadi, waktu luang kami banyak #eh…
sarah4Kebersamaan kami tidak terhenti saat kami lulus kuliah, komunikasi dan silaturrahmi terjalin sampai saat ini. Saat saya melahirkan anak pertama saya di Jakarta hampir 6 tahun yang lalu, Sarah datang menjenguk ke sana. Bergantian dengan suami saya menjaga saya yang saat itu harus SC, memandikan saya dan membantu saya turun dan berjalan kaki ke kamar mandi. Pun, saat saya sudah pulang dari RS dan pindah ke Cibinong. Sarah masih meluangkan waktunya untuk berkunjung ke rumah.
291161_2337055385349_6850538_o
Saat Sarah sudah hijrah ke Jakarta. Kami masih sesekali bertemu dan janjian yang lokasinya masih sekitaran Bogor. Di Botani, Surya Kencana, atau sekedar jalan-jalan bareng menyusuri FO yang bertebaran di Jalan Padjajaran.
sarah3
Sarah yang saya kenal baiiiik bangeeet, dulu agak maskulin, sekarang sudah feminiiiimm.. Sarah pun suka memasak, ketjeh, sabar, dan pengertian. Saat kami bersama, kami tidak saling jaim. Kami bisa berbicara apa adanya,  dan menjadi apa adanya.

Tak hanya saya saja yang bersahabat dengan Sarah. Sahabat saya, sahabat bagi suami saya. Karena suami saya dulu juga kuliah di IPB, mereka pun kenal di kampus.
sarah1

Dan beberapa waktu lalu, saya berkesempatan berkunjung ke apartemen Sarah dengan membawa anak-anak. Setelah selama ini Sarah yang berkunjung ke Bogor. Anak-anak sangat senang sekali. Apalagi bisa berenang sesuka hati kapan saja. Saya pun bahagia. Sarahnya yang lelah akibat tingkah laku 2 bocah kicik yang bertandang ini, hahahaha. Terimakasih banyak atas jamuannya ya tantje Sarah.
sarah2
Di saat sekarang ini orang ribut akan perbedaan, saya dan Sarah banyak perbedaan. Hahaha… salah beberapa perbedaan  (tidak cuman satu, tapi tidak semua disebutkan.. hahay) adalah kami dari daerah kelahiran yang berbeda, latar belakang kehidupan kami berbeda, kami juga dari bidang ilmu yang berbeda, suku kami berbeda, agama kamipun berbeda, banyak hal yang berbeda, tapi kami bisa menjadi teman, jadi sahabat, jadi saudara dan jadi dekat.

Semoga persahabatan ini langgeng ya Saraaah, doa terbaik untukmu… 🙂 Kapan kita main lagi? ^^

Salam.

Indah

 

 

Advertisements

2 thoughts on “Sarah, sahabatku”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s