Wedding

Dan ijab qobul pun terucap

Bismillaahirrohmaannirrohiiim

Hari-hari yang ditunggu-tunggu sudah di depan mata. Pada tanggal 18 September 2010 rombongan pengantin laki-laki dari Demak-Jawa Tengah tiba di Probolinggo-Jawa Timur. Mereka singgah di tempat saudara dari keluarga Demak di Tongas-Probolinggo.

Malamnya, sahabat calon mempelai pria telah datang lebih dulu, namanya Donal, dan saya biasa memanggilnya Kak Donal.
Selama perjalanan dari Madiun ke rumah berkali-kali Kak Donal gagal dijemput 😀 karena adek laki-laki saya yang bertugas menjemput lagi sibuk dimintain tolong mama riwa riwi ke sana kemari. Duh, maaf ya Kak Donal dan terimakasih banyak ya adekku Nugraha Firdaus Nuzzula, itu baru anak lelaki :D.  Akhirnya adek laki-laki saya bisa menjemput Kak Donal ketika Kak Donal sampai di masjid Karanggeger. 😀 Lumayan lah dari pada jalan kaki. hehehehe

Setiba di rumah, Kak Donal di ajak ngobrol mama sebentar, terus ditinggal di ruang keluarga karena mama masih banyak yang musti diurus. Kak Donal ditemani Mbak nisa dan Mas Ilham mengobrol, keduanya adalah kakak perempuan dan kakak ipar saya. Kak Donal dan kedua kakak saya itu sudah saling mengenal sebelumnya, bahkan sempat diajak liburan ke Bali bareng, ketika berkunjung ke rumah dengan Kak Yusa (calon suami saya) beberapa waktu yang lalu. Saya pun ikut nimbrung dalam majelis itu. Kami membicarakan banyak hal. Termasuk di dalamnya tentang mitos-mitos yang berkaitan dengan pelaksanaan pernikahan. 🙂

Malamnya, saya tidur di kamar mama papa bersama mama, papa dan mbak nisa. Karena kamar-kamar yang lain digunakan oleh kerabat dan tamu yang menginap. Malam itu saya susah tidur, tapi masih bisa tidur  lhooo :D.

Shubuh-shubuh  mama sudah membangunkan saya, menyuruh mandi dan bersiap untuk dirias oleh periasnya. Hohohoho…
Akhirnya, pada tanggal 19 September 2010 sekitar pukul 7 pagi… ijab qobul itu terucap. Terucap dengan mantap dari seorang Muhammad Hasannudin Yusa’ dalam bahasa Arab menjawab ucapan dari papa. Sontak saya menangis. T.T dan saya liat mama, mbak nisa dan bu dhe juga ikut menitikkan air mata.
Alhamdulillah, kini saya telah resmi dan sah menjadi istri seorang Muhammad Hasannudin Yusa’.
Bagaimana perasaan papa ya? Papa di depan saya sih, tapi ekspresinya tidak terbaca. 🙂 Sedihkah beliau? Lega? Atau apa?
Apa yang dirasakan mama? Sedih? Bahagia? Lega? Atau apa?

Mungkin saya akan tahu bagaimana rasanya menikahkan anak, ketika saya menjadi orang tua nanti.
Bagaimana dengan Anda?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s