Wedding

Beberapa hari sebelum hari H

Bismillaahirrohmaannirrohiiim

Setiba di bandara Juanda tanggal 15 September 2010 pada malam harinya, saya dijemput papa mama saya. Setiba di sana kedua orang tua saya sudah menunggu di masjid bandara. Saya pun segera mendatangi keduanya. Suasana masjid bandara malam itu lumayan sepi, syahdu. Sambil menunggu papa dan mama shalat saya pun berkeliling sekitar masjid.
Bersih. Itulah kesan yang saya dapat terhadap masjid itu.
Selepas shalat, saya pun mencium tangan papa dan mama, kebiasaan setiap kali saya pulang ke rumah dari tanah rantau.
Sejenak kita berbincang di teras masjid ditemani semilir angin malam.
Setelah papa istirahat, akhirnya kami bertiga melanjutkan perjalanan untuk pulang ke rumah.
Perjalanan kali ini diiringi dengan turunnya hujan. Oleh karena itu papa berkali-kali berhenti karena jarak pandang ke depan terlalu pendek, sekaligus rasa capek dan ngantuk yang mendera. Maklum, saya dan mama belum mahir menyetir mobil, bisa.. tapi tidak untuk mengemudi di jalan raya. Sedangkan adik laki-laki saya belum waktunya pulang ke rumah, masih ada jadwal kuliah. Salut buat papa! Pulang pergi Surabaya-Probolinggo. I love you papa!
Perjalanan Surabaya-Probolinggo biasanya sekitar 3-5 jam naik mobil pribadi. Dan bisa mencapai 6-12 jam kalau naik kendaraan umum. Dulu, sebelum ada lumpur lapindo.. sekitar 1,5 – 2 jam.

Alhamdulillah, sekitar pukul setengah 2 pagi, kami bertiga sampai rumah dengan selamat.
Paginya sekitar pukul 7 pagi, saya sudah dibangunin mama… harusnya saya masih bisa tidur… hehehe, maklum lagi dapat dispensasi untuk tidak shalat. Saya diantar ke sebuah salon. Padahal saya sudah bilang, di Jakarta saya sudah sempatkan untuk ke salon sebelum pulang ke rumah. Tapi tetap saja mama mengantarkan saya. Mama pun ternyata ikut nyalon. 😀

Besoknya, saya pun dibangunkan pagi nya dengan alasan yang sama, biar tidak mengantri terlalu lama di salon… dan kali ini… papa pun ikut nyalon… 😀 sampai-sampai ditanya sama orang-orang salonnya, “Mau ada acara ya pak?” Papa pun menjawab,”Enggak kok mbak. Rutin cuci muka saja. Sekalian refleksi kaki… ngerelaks-in badan.”  Hooo,,, papa pasti capek banget. Untung adek laki-laki ku belum pulang, kalau ada dia, pasti juga ikut nyalon deh.

Hohoho,,, di rumah kerjaannya manjain diri teruuus… Kenapa gitu ya kalau mau nikah selalu ada paket perawatan sebelum nikah?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s