Uncategorized

Jika Ingin Membandingkan, maka variabel pembandingnya harus sama persis

Bismillaahirrohmaannirrohiiim

Sejenak, mendengar percakapan tadi, aku mulai malas bereaksi.
Aku hanya menjadi pendengar saja. Kurasakan, energiku langsung menyusut. Surut.

Aku tidak suka dibandingkan dengan orang lain. Apalagi dengan parameter pembanding yang tidak sama.
Aku tidak keberatan dibandingkan dengan orang lain, asalkan subjek pembandingnya selevel, dan variabel ujinya sama persis.

Tidak bisa dibandingkan, dan diambil suatu kesimpulan dari suatu perbandingan, jika dari awal parameter (variabel) pembandingnya tidak sama.

Jika memang ingin membandingkan, maka buatlah list variabel yang akan menjadi pembanding.  Misal, beban kerja, target kerja dan lain sebagainya, termasuk variabel waktu tentunya. Baru dari sana hasilnya dibandingkan.
Dan dibuatlah suatu kesimpulan.
Tapi kalau variabel pembandingnya tidak sama? Bagaimana membandingkannya? Dan mengambil kesimpulan darinya?

Setiap individu itu adalah unik.
Sampai dengan tulisan ini di-publish,  diri ini masih belum bisa mengembalikan mood untuk melakukan sesuatu. Ada sesuatu yang ingin disampaikan tapi tidak tersampaikan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s