Archive

Archive for the ‘Life’ Category

Bingung mau menulis apa

August 25, 2010 Leave a comment

Bismillaahirrohmaannirrohiiim

Hari ini aku ingin menulis, tapi bingung mau menulis apa. Untuk memulai menuliskan baris kata-kata rasanya begitu sulit. Tapi aku akan mencobanya. Terkadang, ketika kita mulai mengetik kalimat pertama, kalimat selanjutnya akan terus mengalir mengikuti.  Semoga!.

Akhir-akhir ini aku krisis hati. Ketentraman hatiku mulai terusik. Entah kenapa aku tidak bisa acuh tak acuh saja. Aku juga tidak pernah menyangka suasananya akan menjadi seperti ini.

Meski dibilangnya tidak ada masalah, tapi suasananya tidak lagi sama dengan dahulu. Tapi tidak apa-apa, positif thinking saja. Mencoba menghibur diri.  Tak jarang lelah juga seperti ini. Ingin rasanya mengakhiri ini semua. Tak betah. Tapi ketika aku berkeluh kesah, nasihat beberapa orang, bertahanlah!

Mungkin benar, apa yang baik menurut kita belum tentu baik menurut Allah untuk kita. Begitu juga sebaliknya. Jadi, mungkin aku terlalu gegabah. Dulu aku berdo’a : “Ya Allah, aku ingin bekerja di suatu tempat, yang dapat merangsang kreativitasku, yang membuat aku terus belajar, yang dapat mengembangkan kemampuan, bakat dan minatku. Dimana tempat itu baik menurutMu untukku“.

Dan, tanpa aku minta..tiba-tiba Allah memberikan suatu kejutan untukku. Setelah aku kurang merasakan atmosfer “belajar” yang kuat dari tempat sebelumnya. Dengan cara yang tidak pernah aku duga juga.

Dan ketika aku memikirkannya kembali, hasilnya memang berbeda 6 bulan vs 4 bulan. Dan sekarang aku mencoba merasakan perubahan yang terjadi. Meski banyak hal yang kudapat, tapi tetap saja.. hal yang aku rasakan ini cukup mengganggu. Mungkin… aku perlu memperluas zona nyamanku, bukannya mencari zona nyaman yang baru. Wallahu’Alam.

Categories: Life

Menenangkan Hati dengan Al Qur’an

July 12, 2010 2 comments

Bismillaahirrohmaannirrohiiim

Entah kenapa, akhir-akhir ini saat saya merasa hati sedang gundah gulana, gelisah, seperti ada rasa marah yang terpendam, padahal saya merasa tidak sedang marah.
Dalam keadaan seperti ini, yang saya inginkan adalah tidur dengan ada orang di dekat saya. Tak perlu bercerita apa-apa. Cukup tidur dengan ditemani seseorang atau banyak orang.  Alhamdulillah, sejak masuknya anak baru di kosan, yang namanya jg sama dengan saya, Indah, kita sesama penghuni kosan bisa saling bertandang ke kamar penghuni yang lain. Apalagi dengan adanya pertandingan piala dunia 2010 ini, kami terkadang nonton dan begadang bareng di salah satu kamar.
Jadi, saat hati saya sedang gelisah, maka saya mengetuk salah satu pintu kamar, bilang kalau saya lagi banyak pikiran dan ingin tidur ada temannya. Alhamdulillah, mereka bersedia menampung saya.
Tiap kali mengungsi, maka kasur, bantal dan guling saya ikut mengungsi. :)
Ketika berada di kantor, yang dapat menenangkan hati saya adalah bacaan Al Qur’an. Entah kenapa setiap kali selesai membacanya, saya menangis. Dan setelah menangis tadi, hati saya sedikit merasa lebih ringan. Rasanya tidak perlu lagi mencurahkan hati pada orang sekitar kita. Mungkin ini harus dibiasakan. Karena orang yang membuat saya nyaman bercerita sepertinya bukan orang yang tepat. Rasa kagum dan nyaman itu menghilang seketika. Sedangkan teman bercerita saya di kantor dulunya, sekarang sudah pindah meja kerja di kantor yang berbeda.
Dan saat ini seseorang yang bisa membuat saya bercerita bebas dengannya, rasa kagum yang tidak pernah hilang, suaranya yang menenangkan, dialah Muhammad Hasannudin Yusa’, calon suami saya (insyaAllah 2 bulan lagi kita menikah__amiiin).

__Ya Allah, mantapkanlah hati hamba dan berikanlah petunjukMu__

Categories: Life
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.