Sukses Psikotes #3
Gambarmu, Kepribadianmu
Orang dan pohon sering diminta untuk digambar pada saat psikotes. Bila tak pandai menggambar, apalagi melukis, tak perlu khawatir karena yang dinilai adalah kepribadian Anda. Ini jawabannya.
Gambar Orang
Tip :
1. Gambar orang dipakai untuk mengukur tingkat tanggung jawab, kepercayaan diri, kestabilan dan ketabahan seseorang.
2. Gambarlah orang secara utuh dan detil dari ujung rambut sampai ujung kaki kecuali diminta menggambar spesifik satu bagian saja.
3. Gambarlah orang dalam keadaan beraktivitas.
4. Gambarlah sesuai dengn jenis kelamin Anda.
Intrepretasi Gambar
1. Kepala
Dari bentuk gambar kepala bisa diketahui daya penghayatan seseorang tentang diri dan ego serta interaksi dengan orang lain dan lingkungannya. Kepala kecil menunjukkan orang yang cukup jujur, apa adanya, bisa menempatkan diri. Kepala besar menunjukkan banyak gagasan, berimajinasi tinggi bahkan fantastis. Kepala tidak proporsional menggambarkan pribadi yang sulit ditebak, berjiwa labil, dan ketidak harmonisan dalam dirinya.
2. Lengan, Tangan, Bahu, Dada
Dari gambar bagian tubuh ini bisa digambarkan mengenai ukuran, kekuatan dan kemampuan meraih sesuatu serta derajat agresifitasnya.
3. Tungkai, Paha, Kaki
Bagian ini menyimpulkan kemandirian seseorang, serta arah, gerakan, dan keseimbangannya. Pada lelaki, kaki menggambarkan maskulinitas. Pada perempuan kekuatan untuk mandiri.
4. Aktivitas
Gambar pasif menunjukkan kurang enerjik, ketergantungan dan tak percaya diri. Gambar aktif, sebaliknya.
5. Pakaian, Aksesori
Dasi : melambangkan keterikatan yang menjadi hambatan.
Kancing : perhatian dan rasa aman.
Perhiasan : rasa kurang percaya diri.
Anting-anting besar : upaya menarik perhatian.
Saku di dada : ketergantungan.
Ikat pinggang : disipllin, kaku, tekanan.
Gambar Pohon
Tip :
1. Pohon melambangkan ego, emosi, kepekaan, sikap dan daya adaptasi seseorang. Jadi buatlah yang rindang yang memberi keteduhan.
2. Jangan gambar pohon rumput, pisang, dan semak belukar karena jenis ini tidak bercabang.
3. Gambar pohon yang berkayu, berkambium, dan berdahan banyak seperti pohon rambutan, mangga, atau jambu.
4. Gambar secara detil setiap bagian pohon, tangkai, bentuk daun, kerapatan daun, buah, akar, bahkan alur pohon.
Interpretasi Gambar
1. Pohon di tengah bidang kertas.
Menggambarkan sifat praktis dan rendah hati, selalu mengambil jalan tengah, siap menghadapi apa pun yang terjadi.
2. Pohon di bagian bawah bidang kertas.
Pendekatan hidup yang membumi, selalu melakukan riset sebelum memutuskan sesuatu.
3. Pohon di bagian atas bidang kertas.
Selalu melihat hikmah dari semua masalah, makin tinggi letak pohon makin tinggi pula cara pandang hidup.
4. Pohon dengan batang lebar.
Menunjukkan sifat tenang, tidak mudah marah, dan berpendirian kuat.
5. Pohon dengan batang ramping.
Menandakan fleksibel dan terbuka terhadap pandangan orang lain.
6. Pohon dengan batang bercabang di puncak.
Melukiskan seseorang yang terpecah di antara beberapa pilihan.
7. Pohon lebih dari setengah tinggi kertas.
Berhasrat mencapai prestasi tinggi, dermawan dalam soal uang, selalu melakukan pemeriksaan berulang-ulang.
8. Bentuk daun bulat
Artinya : tipe introvert, menyimpan perasaan dan pikiran sendirui, sering berkhayal, tidak realistis dan peragu.
9. Bentuk daun seperti payung.
Artinya : tergantung pada orang lain, tidak merasa aman dengan diri sendiri, butuh perlindungan keluarga, dan sedikit kekanak-kanakan.
10. Bentuk daun bergerigi.
Artinya : kurang percaya diri, sering gugup dan cemas, emosional, kurang percaya diri, tertutup.
11. Batang condong ke kiri.
Artinya : tidak mudah terpancing isu, keras kepala, mampu menyimpan rahasia, bertindak mengandalkan intuisi, sedikit tertutup.
12. Batang condong ke kanan.
Artinya : terbuka, emosional, mudah dipengaruhi dan mempengaruhi, setia, tidak egois.
13. Batang tegak lurus.
Artinya : keras kepala, introvert, imajinasi kuat, logis, realistis, tidak mudah bergaul.
~Diketik ulang dari majalah CHIC 16-30 November 2011 hal 53
Sukses Psikotes #2
Jenis Tes
1. Aspek Intelegensi
- Intelegensi umum. Kemampuan mengolah dan menganalisa data serta kemampuan berpikir wajar.
- Daya abstraksi. Kemampuan melihat dan menelaah masalah dari berbagai sudut pandang. Memahami hubungan yang wajar pada satu masalah mulai dari yang sederhana sampai yang rumit.
- Daya tangkap. Kemampuan memahami perintah dam informasi dari lingkungan tempatnya berada.
- Kemampuan menganalisa dan sintesis. Kemampuan mengolah dan mengurai masalah sekaligus menarik kesimpulan dari satu permasalahan.
- Logika berpikir. Kemampuan berpikir secara teratur, terarah, dan masuk akal mengikuti suatu pola atau aturan tertentu.
- Daya kreatifitas.Kemampuan menemukan ide-ide baru yang orisinil dan bermanfaat.Contoh soal :
- Yang bukan bagian dari satu set komputer … (a) Processor (b) Hard Disk (c) Monitor (d) Disket (e) Power Supply
- Kuda:Daku:Duka=…. (a) Kaki:Kiki:Kaku (b) Kepala:Papa:Kelapa (c) Nadi:Dina:Dani (d) Buka:Baki:Kaka (e)Dada:Didi:Dudu
- Suatu seri : 4-13-5-5-13-6-6-6-13-7-7-7-… (a) 7 (b) 6 (c) 8 (d) 5 (e) 9Jawaban : 1. d 2.c 3.a
Tips : Untuk aspek ini, semakin luas pengetahuan dan semakin jalan logika maka semakin tinggi nilainya.
2. Aspek Psikologis
- Sistematika kerja. Kemampuan menyelesaikan pekerjaan secara sistematis, terpola, teratur, dan terencana sesuai prosedur kerja.
- Daya tahan kerja. Kemampuan mempertahankan produktivitas dalam waktu tertentu tanpa kehilangan fokus, serta ketahanan terhadap tekanan pekerjaan.
- Ketelitian kerja. Kemampuan seseorang memecahkan masalah dengan cepat, cermat dan teliti.
- Kecepatan kerja. Kemampuan seseorang menyelesaikan suatu pekerjaan dalam batas waktu tertentu.
- Konsistensi kerja. Kemampuan seseorang mengikuti pola atau irama tertentu dalam bekerja, menunjukkan kemampuan menghasilkan karya atau hasil kerja yang stabil.
Contoh soal :
Jumlahkan dua angka yang berdekatan, ditulis di bawah di antara kedua angka, dan hanya ditulis angka terakhirnya saja.
5 6 7 8 9 4 7 3 8
1 3 5 7 3 1 0 1
(Angka yang ditulis miring adalah jawabannya)
Tips : semakin cepat dan benar jawaban, maka semakin tinggi nilainya. Dibutuhkan ketenangan dan ketelitian saat mengerjakannya karena deretan angka begitu banyak sering membuat mata nanar bahkan pusing.
3. Aspek Kepribadian
Pertanyaan atas aspek ini tidak didasarkan atas benar atau salahnya suatu jawaban. Melainkan dari respons atas pertanyaan tersebut. Jawaban akan menunjukkan kepribadian seseorang.
Jenis kepribadian yang bisa dideteksi dari aspek ini :
Extrovert (E) – Introvert (I)
Extrovert : terbuka mengungkapkan perasaan dan pikiran, lebih sering bertindak dulu sebelum dipikirkan matang-matang, berpandangan luas.
Introvert : pendiam, sukar diduga, cenderung menyimpan persoalan dirinya, menjaga rahasia orang lain, lebih nyaman berbincang dengan satu dua orang saja.
Sensing (S) – Intuition (N)
Sensing : mengutamakan tangkapan indera untuk menilai sesuatu, sesuatu yang fisik.
Intuition : tertarik pada hal-hal yang abstrak, melihat sesuatu bukan dari apa yang terjadi tapi dari fenomena yang menyebabkan hal itu terjadi.
Thinking (T) – Feeling (F)
Thinking : mendasarkan keputusan pada logika dan nalar, bukan pada perasaan.
Feeling : mengandalkan perasaaan dalam mengambil keputusan.
Judging (J) – Perceiving (P)
Judging : tidak suka pada kejutan, lebih suka dengan sesuatu yang terencana dan jelas, sesuai dengan kategori dan batasan yang jelas.
Perceiving : terbuka pada segala kemungkinan dan mudah menyesuaikan diri pada sesuatu yang tak pasti
Contoh soal :
Bacalah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini, dan berikan angka sesuai dengan ketentuan berikut:
0 = bukan kepribadian saya
1 = sedikit mirip dengan saya
2 = tepat dengan kepribadian saya
1. Saya cukup mudah didekati dan banyak orang menganggap saya ramah, terbuka dan semangat.
…….
Tips : lebih baik jujur menjawab apa adanya pertanyaan aspek ini. Bila pun jawabannya berbeda untuk pertanyaan yang mirip tak mengapa. Karena menurut para ahli, manusia terdiri dari beberapa kompbinasi kepribadian, antara lain kombinasi ESTJ, INFP, ESTP, INFJ, ESFP, INTJ, ENTJ, dan ISTP.
“Hadapi dengan tenang.”
Lulus tidaknya seseorang dari psikotes ditentukan oleh standar yang dibuat oleh Human Resources Department (HRD) setiap perusahaan. Tenang, itu kunci sukses menghadapi psikotes.
Apa kata mereka?
Anggita Fitriandari, 25 (Recruitment Human Capital Dept, TransTV)
Bagi sebagian calon karyawan, psikotes dianggap sebagai batu sandungan yang membuat seseorang gagal mendapatkan pekerjaan impian. Kalau dipikirkan secara negatifnya, mungkin iya. Tapi kalau dilihat secara positifnya, tes ini akan menunjukkan seberapa besar kemampuan dan kecocokan Anda pada bidang yang dilamar.
Sebenarnya banyak juga yang bertanya, mengapa tes ini begitu penting? Apakah tes bidang saja belum cukup.? Sebenarnya tes ini adalah pelengkap. Psikotes diperlukan untuk mengetahui karakter dan potensi masing-masing kandidat. Apakah sesuai dengan target kompetensi yang diperlukan atau tidak. Alat tes yang digunakan tiap perusahaan juga berbeda, tergantung ingin “melihat” kandidat itu dalam hal apa.
Seringkali, kegagalan terjadi karena ketidaksiapan kandidat dalam menghadapi test atau memang tidak sesuai dengan kepribadian perusahaan. Ketidaksiapan dalam hal ini adalah calon kandidat dalam kondisi yang tidak fit, kurang konsentrasi, buta sama sekali tentang test yang akan dijalani dan sebagainya.
Tip dari saya, jadilah diri sendiri, yakin kalau kita bisa melalui tes ini. Sebaiknya kerjakan tiap soal dengan tenang, enggak perlu panik. Kuncinya sebenarnya itu, TENANG. Coba deh tanya mereka yang sudah duluan ikut atau beli buku psikotes agar kita lebih siap. Good luck, ya!
R. Amelia, 26 (Divisi SDM PT. Bank Rakyat Indonesia Persero Tbk)
Ada orang yang berkali-kali gagal mengikuti psikotes, namun banyak juga yang sekali ikut, langsung lolos. Itu semua tergantung kesiapan calon kandidat. Psikotes juga bukan semata-mata untuk mengukur kepintaran seseorang. Dalam proses rekruitmen, psikotes itu merupakan tahap untuk mengetahui kepribadian, sikap kerja dan potensi calon karyawan. BRI sendiri punya nilai standar yang harus dipenuhi. Standarnya tentu berbeda dengan perusahaan lain. Misalnya, kalau BRI standar yang diutamakan adalah sikap kerja, kejujuran dan kedisiplinan. Nah, nilai itu mesti lebih tinggi dari nilai yang lain.
Tidak ada benar atau salah dalam tes itu, hanya sesuai atau tidaknya kompetensi calon karyawan. Kalau pun ada yang tidak berhasil, itu bukan berarti gagal, hanya saja ‘karakternya’ belum sesuai dengan budaya perusahaan.
Tapi kadang, masalahnya timbul saat kita mengerjakan soal, seperti kurang teliti karena terburu-buru saat melihat yang lain sudah selesai atau sudah stres karena takut gagal. Agar lebih siap, tak ada salahnya untuk belajar dari buku-buku psikotes yang dijual bebas.
~Diketik ulang dari majalah CHIC 16-30 November 2011 hal 50
Sukses Psikotes #1
Melamar kerja di mana pun, pasti melewati tes yang satu ini. Mau sukses? Baca tip dan triknya, termasuk dari HRD beberapa perusahaan.
Rahasia di Balik Psikotes
Psikotes dianggap sekumpulan persoalan yang sulit. Banyak pelamar gagal menghadapinya. Namun, bukan berarti tak bisa ditaklukkan. Ini rahasianya.
Ukur Potensi
Tujuan psikotes adalah mengukur seberapa jauh kemampuan psikologi seseorang, yang menyangkut potensi diri, kemampuan khusus, bakat, minat dan kondisi kejiwaan. Pengukuran disesuaikan dengan standar instansi yang melakukan tes itu. Gagal dalam psikotes bukan berarti seseorang tidak lulus atau dianggap tidak cukup pintar, melainkan kriterianya saja yang tidak sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan.
Mengapa sulit?
1. Sarjana yang lulus 3,5 tahun dengan IPK 3 belum tentu bisa lolos tes ini. Karena psikotes bukan hanya menantang kepandaian secara akademis (ilmu yang didapat dari bangku sekolah dari SD sampai pendidikan terakhir), juga menggali profil kepribadian seperti : pengendalian emosi, minat, bakat, tipe kepribadian, hasrat, antusiasme, ketekunan, kerja keras dan sebagainya.
2. Bila tidak jujur menjawab satu pertanyaan, akan ketahuan pada jawaban berikutnya. Jadi kejujuran sangat membantu.
3. Membutuhkan jawaban konsisten. Pertanyaan bisa diputar balik, tapi sekali menjawab A, harus terus menjawab A. Dan ini akan terjadi bila dijawab dengan jujur.
4. Pertanyaannya banyak dan beragam. Ada hitungan, memecahkan kasus, potongan gambar, menggambar, sementara waktu sangat terbatas bahkan dilakukan dalam satu hari. Karenanya membutuhkan stamina tubuh yang prima dan konsentrasi tinggi.
5. Ada sebagian orang yang mampu mengerjakan psikotes saat pertama kali menghadapinya. Namun, ada yang membutuhkan latihan berulang-ulang klai. Jadi, jangan sungkan untuk berlatih soal-soal psikotes. Banyak buku yang berisi soal latihan seperti ini.
Tak Sebatas Mimpi
Merasa belum sukses meraih impian yang Anda inginkan, coba empat cara berikut ini :
- Tentukan dulu apa yang menjadi impian Anda. Apa keinginan terbesar yang ingin segera diwujudkan.
- Tuliskan mimpi sambil membayangkan dan merasakan jika impian Anda itu menjadi kenyataan.
- Temukan seseorang yang bisa membuat Anda termotivasi untuk mengejar impian.
- Berpikirlah sebagai seorang juara. Pikirkan bagaimana hasilnya. Ini akan membuat Anda bersemangat.
~Diketik ulang dari Majalah CHIC (16-30 November 2011) hal 28
Resiko Kerja di Rumah
Punya jam kerja fleksibel memang menyenangkan, Anda bisa mengatur waktunya sesuai keinginan. Namun, menurut penelitian yang dipimpin oleh Profesor Scott Schieman dari University of Toronto, Kanada, seseorang yang memiliki jam kerja fleksibel justru makin stres karena batas antara pekerjaan dan kehidupan pribadinya semakin tipis. Hal ini terkait dengan perannya di dalam keluarga. Seseorang dengan jadwal lebih bebas cenderung bekerja di rumah dan terlibat dalam rumah tangga. Mereka mencoba melakukan kedua hal tersebut dalam waktu bersamaan. Kedua, mereka yang menjalani peran lebih besar dalam rumah tangga, cenderung mengalami tingkat stres lebih tinggi, karena kerap menghadapi konflik antara batas pekerjaan dan keluarga.
~Diketik ulang dari Majalah CHIC (16-30 November 2011) hal 28
“Maaf, Siapa Namanya?”
Baru saja berkenalan, tapi Anda sudah lupa siapa namanya. Terlihat sepele sih, tapi ini bisa merugikan Anda di masa depan. Pasalnya, untuk membina relasi dan hubungan kerja yang baik, syarat utamanya adalah mengingat nama.
Cobalah beberapa jurus berikut agar mudah menghapal nama kenalan Anda :
- Ulangi menyebut namanya. Saat lawan bicara memperkenalkan namanya, ada baiknya Anda mengulang kembali namanya. Ini bisa membantu Anda menyimpan nama baru di memori otak Anda.
- Berikan komentar. Jika namanya mengingatkan dengan sesuatu,ungkapkan kepadanya, Misalnya, “Wah, nama Anda seperti penyanyi terkenal itu ya?” Atau komentar lainnya yang berhubungan dengan namanya.
- Tanyakan sejarah namanya. Misalnya, arti dari nama dan latar belakang pemberian nama tersebut.
- Fokus dan konsentrasi. Usahakan fokus perhatian Anda hanya kepadanya. Saat sibuk memerhatikan yang lain, tentu Anda dengan mudah melupakan namanya.
- Ucapkan namanya saat berpisah. Misalnya, “Oke, sampai bertemu lagi ya Eva.”
- Minta ia mengingatkan namanya di pertemuan kedua. Jika memang lupa, perkenalkan diri Anda kembali dan tanyakan kembali namanya dengan permintaan maaf.
~Diketik ulang dari Majalah CHIC (16-30 November 2011) hal 28
Belanja Menggila Kala PMS
Perubahan hormon yang kita alami menjelang menstruasi ternyata tak hanya membuat perasaan jadi lebih sensitif lho, tapi juga meningkatkan hasrat belanja. Kesimpulan itu diperoleh setelah para psikologi dari University of Hertfordshire melakukan riset terhadap pola belanja para perempuang yang sedang dalam masa PMS. Hasilnya, mereka cenderung belanja banyak sejak 10 hari menjelang menstruasi. Pasalnya, perubahan hormon yang terjadi ternyata mempengaruhi bagian otak yang berhubungan dengan emosi dan pengendalian diri, sebab itu pengeluaran uang pada masa ini cenderung berlebihan. Kebanyakan, mereka mengeluarkan uang untuk membeli aksesori, kosmetik dan sepatu. Profesor Karen Pine menyarankan kita untuk jauh-jauh dari pusat belanja kala PMS tiba. (Yunda)
~Diketik ulang dari Majalah CHIC (16-30 November 2011) hal 27
Kuras Dompet
Belanja banyak atau sedikit ternyata juga dipengaruhi dari isi dompet kita. Agar Pengeluaran tak berlebihan, yuk ikuti tip yang diberikan Mellody Hobson, Presiden Ariel Investment, Chicago.
- Batasi penggunaan kartu kredit hanya untuk barang dengan harga tinggi. Kalau dipakai untuk membeli barang perintilan seperti majalah atau makanan, bisa membuat kita belanja 12-18 persen lebih banyak.
- Tak perlu menyimpan banyak uang tunai di dompet. Selain bisa membuat kita merasa punya uang lalu tanpa sadar membelanjakannya, ini bisa menghindari risiko kerugian lebih besar kala dompet hilang. Sediakan Rp 50.000 untuk keperluan tak terduga.
- Siapkan dompet koin untuk menyimpan uang receh. Gunakan untuk membayar transportasi dan makan agar pengeluaran bisa terkendali. Di samping menghindari resiko kehilangan dompet di tempat umum. (Yunda) ~Diketik ulang dari Majalah CHIC (16-30 November 2011) hal 27
Dan ijab qobul pun terucap
Bismillaahirrohmaannirrohiiim
Hari-hari yang ditunggu-tunggu sudah di depan mata. Pada tanggal 18 September 2010 rombongan pengantin laki-laki dari Demak-Jawa Tengah tiba di Probolinggo-Jawa Timur. Mereka singgah di tempat saudara dari keluarga Demak di Tongas-Probolinggo.
Malamnya, sahabat calon mempelai pria telah datang lebih dulu, namanya Donal, dan saya biasa memanggilnya Kak Donal.
Selama perjalanan dari Madiun ke rumah berkali-kali Kak Donal gagal dijemput
karena adek laki-laki saya yang bertugas menjemput lagi sibuk dimintain tolong mama riwa riwi ke sana kemari. Duh, maaf ya Kak Donal dan terimakasih banyak ya adekku Nugraha Firdaus Nuzzula, itu baru anak lelaki
. Akhirnya adek laki-laki saya bisa menjemput Kak Donal ketika Kak Donal sampai di masjid Karanggeger.
Lumayan lah dari pada jalan kaki. hehehehe
Setiba di rumah, Kak Donal di ajak ngobrol mama sebentar, terus ditinggal di ruang keluarga karena mama masih banyak yang musti diurus. Kak Donal ditemani Mbak nisa dan Mas Ilham mengobrol, keduanya adalah kakak perempuan dan kakak ipar saya. Kak Donal dan kedua kakak saya itu sudah saling mengenal sebelumnya, bahkan sempat diajak liburan ke Bali bareng, ketika berkunjung ke rumah dengan Kak Yusa (calon suami saya) beberapa waktu yang lalu. Saya pun ikut nimbrung dalam majelis itu. Kami membicarakan banyak hal. Termasuk di dalamnya tentang mitos-mitos yang berkaitan dengan pelaksanaan pernikahan.
Malamnya, saya tidur di kamar mama papa bersama mama, papa dan mbak nisa. Karena kamar-kamar yang lain digunakan oleh kerabat dan tamu yang menginap. Malam itu saya susah tidur, tapi masih bisa tidur lhooo
.
Shubuh-shubuh mama sudah membangunkan saya, menyuruh mandi dan bersiap untuk dirias oleh periasnya. Hohohoho…
Akhirnya, pada tanggal 19 September 2010 sekitar pukul 7 pagi… ijab qobul itu terucap. Terucap dengan mantap dari seorang Muhammad Hasannudin Yusa’ dalam bahasa Arab menjawab ucapan dari papa. Sontak saya menangis. T.T dan saya liat mama, mbak nisa dan bu dhe juga ikut menitikkan air mata.
Alhamdulillah, kini saya telah resmi dan sah menjadi istri seorang Muhammad Hasannudin Yusa’.
Bagaimana perasaan papa ya? Papa di depan saya sih, tapi ekspresinya tidak terbaca.
Sedihkah beliau? Lega? Atau apa?
Apa yang dirasakan mama? Sedih? Bahagia? Lega? Atau apa?
Mungkin saya akan tahu bagaimana rasanya menikahkan anak, ketika saya menjadi orang tua nanti.
Bagaimana dengan Anda?
Beberapa hari sebelum hari H
Bismillaahirrohmaannirrohiiim
Setiba di bandara Juanda tanggal 15 September 2010 pada malam harinya, saya dijemput papa mama saya. Setiba di sana kedua orang tua saya sudah menunggu di masjid bandara. Saya pun segera mendatangi keduanya. Suasana masjid bandara malam itu lumayan sepi, syahdu. Sambil menunggu papa dan mama shalat saya pun berkeliling sekitar masjid.
Bersih. Itulah kesan yang saya dapat terhadap masjid itu.
Selepas shalat, saya pun mencium tangan papa dan mama, kebiasaan setiap kali saya pulang ke rumah dari tanah rantau.
Sejenak kita berbincang di teras masjid ditemani semilir angin malam.
Setelah papa istirahat, akhirnya kami bertiga melanjutkan perjalanan untuk pulang ke rumah.
Perjalanan kali ini diiringi dengan turunnya hujan. Oleh karena itu papa berkali-kali berhenti karena jarak pandang ke depan terlalu pendek, sekaligus rasa capek dan ngantuk yang mendera. Maklum, saya dan mama belum mahir menyetir mobil, bisa.. tapi tidak untuk mengemudi di jalan raya. Sedangkan adik laki-laki saya belum waktunya pulang ke rumah, masih ada jadwal kuliah. Salut buat papa! Pulang pergi Surabaya-Probolinggo. I love you papa!
Perjalanan Surabaya-Probolinggo biasanya sekitar 3-5 jam naik mobil pribadi. Dan bisa mencapai 6-12 jam kalau naik kendaraan umum. Dulu, sebelum ada lumpur lapindo.. sekitar 1,5 – 2 jam.
Alhamdulillah, sekitar pukul setengah 2 pagi, kami bertiga sampai rumah dengan selamat.
Paginya sekitar pukul 7 pagi, saya sudah dibangunin mama… harusnya saya masih bisa tidur… hehehe, maklum lagi dapat dispensasi untuk tidak shalat. Saya diantar ke sebuah salon. Padahal saya sudah bilang, di Jakarta saya sudah sempatkan untuk ke salon sebelum pulang ke rumah. Tapi tetap saja mama mengantarkan saya. Mama pun ternyata ikut nyalon.
Besoknya, saya pun dibangunkan pagi nya dengan alasan yang sama, biar tidak mengantri terlalu lama di salon… dan kali ini… papa pun ikut nyalon…
sampai-sampai ditanya sama orang-orang salonnya, “Mau ada acara ya pak?” Papa pun menjawab,”Enggak kok mbak. Rutin cuci muka saja. Sekalian refleksi kaki… ngerelaks-in badan.” Hooo,,, papa pasti capek banget. Untung adek laki-laki ku belum pulang, kalau ada dia, pasti juga ikut nyalon deh.
Hohoho,,, di rumah kerjaannya manjain diri teruuus… Kenapa gitu ya kalau mau nikah selalu ada paket perawatan sebelum nikah?

